Tampilkan postingan dengan label essential oil industry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label essential oil industry. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Januari 2018

Minyak Bunga Mawar Akan Semakin Wangi Semerbak


"Maka apabila langit telah terbelah, dan menjadi merah mawar seperti (berkilapan) minyak." – (QS.55:37)

Selain disebut dalam Al Qur'an, wewangian dari mawar juga termasuk salah satu yang digunakan Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi Wassalam. 

Indonesia terkenal dengan produsen berbagai minyak atsiri, diantaranya minyak nilam, minyak kayu putih, minyak daun cengkeh dan lain sebagainya. Penggunaan utama minyak atsiri terutama untuk bidang pangan, farmasi, wewangian (parfum). Potensi negeri ini untuk mengembangkan minyak atsiri sangat besar karena faktor iklim, luas lahan dan kesuburan tanahnya. Minyak atsiri bunga mawar adalah salah satu potensi yang menarik untuk dikembangkan karena harga jual minyak mawar yang menarik atau salah satu minyak atsiri termahal, produsen belum banyak dan pohon bunga mawar bisa tumbuh baik di Indonesia. Pohon ini bisa tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi yakni sekitar 1500 m dari permukaan laut. 

Harga minyak bunga mawar (rose oil) kurang lebih 50 juta rupiah per kg dan untuk menghasilkan 1 kg minyak mawar dibutuhkan 4 ton bunga mawar. Bila bibitnya benar dan ditanam secara intensive maka per hektar per tahun lahan bisa menghasilkan 75 ton bunga mawar. Apabila dikonversi ke jumlah minyak dihasilkan per hektar per tahun maka hasilnya 18,75 kg atau sekitar 937,5 juta rupiah. Sangat tinggi nilainya dan sangat menarik tentunya dari sisi ekonomi. 

Ketika pertanian intensif dijalankan dengan harapan keuntungan yang sangat tinggi tersebut, maka faktor budidayanya tentu juga membutuhkan upaya ekstra untuk mencapai target produksi tersebut. Biochar dan IOT (Internet of Things) Akan efektif digunakan untuk membantu mencapai target tersebut. Biochar akan menjadi rumah-rumah mikroba tanah sehingga akan memperbaiki struktur fisika tanah dan juga mampu mensistesis berbagai bahan organik menjadi nutrisi atau pupuk bagi tanaman tersebut. Penggunaan biochar dengan kompos juga banyak digunakan untuk hasil pemupukan yang optimal. Selain itu biochar juga akan menahan sejumlah nutrisi tanaman atau pupuk tersebut dengan pori-porinya dari pencucian (leaching) sehingga pemupukan semakin efektif dan efisien. Biochar juga akan membantu menjaga kelembaban air dalam tanah dengan struktur pori-porinya dan juga memperkaya karbon (C) organik. 

Selanjutnya dengan IOT maka kondisi pertanian bunga mawar tersebut bisa dipantau secara cepat, tepat dan akurat. Ketersediaan nutrisi dan jenis nutrisi yang sesuai bagi pohon mawar, kelembaban udara, kebutuhan air dan lain sebagainya bisa dengan mudah dipantau dari jarak jauh. Aplikasi di smartphone, gadget maupun komputer PC bisa digunakan untuk mengukur dan memantau kondisi pertanian bunga mawar tersebut.  Semakin lengkap sensor-sensor yang digunakan maka akan semakin lengkap data yang disajikan sehingga analisis juga semakin baik untuk pengambilan keputusan. Penguasaan terhadap karakteristik budidaya bunga mawar akan memudahkan menganalisis berbagai data yang disajikan tersebut.

Penyulingan atau mengekstrak minyak mawar
Penyulingan (steam distillation) adalah cara mengekstrak minyak atsiri yang paling umum digunakan, tidak terkecuali untuk minyak bunga mawar. Sejarah panjang tentang penyulingan minyak atsiri telah membuktikan keberhasilan metode atau cara ini. Bunga mawar dari kebun dipetik selanjutnya dimasukkan ke tabung distilasi atau tabung penyulingan.  Kukus (steam) lalu masuk ke dalam tumpukan bunga tersebut dan selanjutnya dikondensasikan sehingga mencair. Ada 2 zat yang ditampung dalam tabung yakni minyak dan air. Keduanya bisa dipisahkan dengan mudah dengan dekanter. Alat mekanik untuk bongkar-muat bunga mawar dalam tabung penyulingan sangat membantu operasional penyulingan tersebut.   






Penggunaan air untuk kondensasi atau pengembunan juga diusahakan sehemat mungkin. Rancangan alat penukar panas (heat exchanger) yang efisien akan membuat penggunaan air pendingin semakin minimal. Setelah air digunakan untuk mengembunkan uap yang berisi campuran minyak dan air tersebut, maka suhunya akan meningkat. Untuk bisa digunakan lagi air tersebut didinginkan dalam menara pendingin (cooling tower) dan begitu seterusnya. Tungku juga harus dirancang efisien yang membuat konsumsi bahan bakar untuk penyulingan bisa diminimalisir. Isolasi panas pada berbagai bagian tungku dan tabung distilasi diperlukan untuk mencegah kehilangan panas yang membuat peningkatan penggunaan bahan bakar atau pemborosan. Dan akhirnya, minyak yang telah terpisah dari air selanjutnya disimpan, dikumpulkan dan siap dijual.    

Selasa, 04 Oktober 2016

Minyak Atsiri Komoditas Top Indonesia


Data statistik ekspor-impor dunia menunjukan bahwa konsumsi minyak atisiri dan turunannya naik sekitar 10% dari tahun ke tahun.Industri yang paling banyak menggunakan minyak atsiri adalah industri food flavoring, kosmetik  dan fragnace. Selebihnya ada industri farmasi, pengendalian hama dan serangga, dan lain-lain. Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara penghasil minyak atsiri dan masuk dalam 10 besar di dunia. Minyak atsiri yang dihasilkan di Indonesia berbagai macam, ada minyak pala, nilam, cengkeh, mawar, melati, gaharu, dan masih banyak yang lainnya.
Beberapa minyak atsiri andalan Indonesia :

1. Nilam (Patchouli)
Dalam perdagangan internasional nilam dkenal sebagai pathcouly. Minyak nilam digunakan sebagai fiksasif atau pengikat bahan-bahan pewangi lain dalam komposisi parfum dan kosmetik. Perkiraaan pemakaian dunia pada tahun 2006 sekitar 1500 ton / tahun dan Indonesia adalah produsen utama.

2. Akar Wangi (Vetiver)
Komponen yang menyusun minyak akar wangi yaitu: vetiveron,  vetiverol, vetivenil, vetivenal, asam palmitat, asam benzoat, dan vetivena. Banyak digunakan sebagai bahan baku kosmetik, parfum, dan bahan pewangi sabun. Minyak akar wangi mempunyai bau yang menyenangkan, keras, tahan lama, dan disamping itu juga berfungsi sebagai pengikat bau (fixative). Perkiraan permintaan dunia lebih dari 200 ton / tahun dan  Indonesia merupakan pemain penting.

3. Sereh Wangi (Citronella)
Komponen terpenting dalam minyak sereh wangi adalah sitronellal dan geraniol. Kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai harga minyak atsiri, sehingga kadarnya harus memenuhi syarat ekspor agar dapat diterima. Minyak ini digunakan dalam industri, terutama sebagai pewangi sabun, sprays, desinfektans, pestisida nabati, bahan pengilap, peningkat oktan BBM dan aneka ragam preparasi teknis. Perkiraan pemakaian dunia pada tahun 2007 lebih dari 2000 ton / tahun dan Indonesia adalah 3 besar  dunia produsen minyak sereh wangi.  Italia adalah salah satu negara yang mengambil secara rutin produk minyak sereh wangi dari Indonesia.

4. Cengkeh (Clove)
Produksi minyak cengkeh Indonesia pada tahun 2007 sekitar 2.500 ton dengan perkiraan pemakaian dunia sekitar 3.500 ton / tahun (Mulyadi, 2008). Walaupun demikian volume ekspor minyak cengkeh sangat kecil, karena sebagian besar minyak cengkeh sudah diolah menjadi produk turunannya sehingga yang diekspor lebih banyak pada produk turunannya, seperti eugenol, eugenol asetat, dll.


5. Pala (Nutmeg)
Minyak pala juga terutama digunakan dalam industri parfum dan pasta gigi. Indonesia memegang peranan penting dalam pasar dunia karena sebagian besar kebutuhan pala dunia berasal dari Indonesia. Lebih dari 60% kebutuhan pala dunia berasal dari Indonesia dengan volume ekspor lebih dari 200 ton/tahun.

6. Jahe (Ginger)
Komponen utama dalam minyak jahe adalah zingiberen, dan zingberol yang menyebabkan bau khas minyak jahe. Minyak jahe digunakan sebagai bahan baku minuman ringan (ginger ale), dalam industri penyedap, farmasi dan wangi-wangian. Indonesia masih sebagai produsen jahe ketiga terbesar dunia di pasar global, padahal secara iklim dan kesesuaian lahan Indonesia sangat potensia, sehingga potensinya dapat ditingkatkan.

7. Kenanga (Cananaga)
Dalam industri, minyak kenanga biasa digunakan sebagai bahan pewangi sabun. Minyak kenanga hanya diproduksi di Indonesia dengan output sebesar 20 ton/tahun.

8. Cendana (Sandalwood)
Komponen utama dalam minyak cendana adalah santanol. Perkiraan permintaan dunia lebih dari 50 ton/tahun. Indonesia pernah menduduki peringkat ke-2 dunia produsen minyak cendana. Sandalwood oilmemegang peranan penting dalam industri wewangian. Selain dapat digunakan untuk minyak wangi sendiri, dapat pula untuk pengikat minyak wangi mahal (Violet, Cassie, Rose, Reseda, dan Ambete).

9. Masoi
Minyak masoi dihasilkan dari proses penyulingan kulit kayu masoi, mempunyai  bau wangi (sweetish oil) dan terasa pedas jika terkena kulit. Minyak ini mengandung sekitar 80% eugenol, dan 6% terpene dan safrole. Minyak ini merupakan sumber natural laktone. Kandungan safrole dalam minyak masoi dibutuhkan dalam industri kimia, untuk pembuat heliotropin, bahan baku celluloide (film), kosmetik dan wewangian. Minyak masoi diproduksi di Indonesia dengan output lebih dari 5 ton per tahun.

10. Kayu Manis (Cinamon / Cassia)
Minyak kayu manis yang diperoleh dariCinnamomum zeylanicum Ness disebut minyak Cinnamon,sementara yang berasal dari Cinnamomum cassia disebut minyakCassia.Minyak kayu manis dipergunakan sebagai flavouring agentdalam pembuatan parfum, kosmetik, dan sabun.

11. Melati (Jasmine)
Minyak bunga melati umumnya dipergunakan sebaga zat pewangi parfum kelas tinggi. Minyak ini biasanya diekspor ke Singapura, Australia, Eropa, Timur Tengah, India, China, dan Thailand.

Kamis, 05 Maret 2015

Mengeksplorasi Potensi Minyak Atsiri di Indonesia

Minyak atsiri  atau essential oil memiliki banyak manfaat terutama pada bidang kosmetik dan farmasi.Minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan (ekstraksi dengan uap) adalah minyak atsiri mentah (crude essential oil),walaupun untuk beberapa minyak atsiri sudah bisa langsung digunakan tetapi apabila dimurnikan lebih lanjut maka akan dihasilkan produk minyak atsiri yang lebih murni atau bahkan dengan kemurnian sangat tinggi (fine chemical) yang memiliki nilai tambah sangat besar. Saat ini sebagian besar produsen minyak atsiri hanya berfokus pada produksi minyak atsiri mentah tetapi masih sedikit yang mengusahakan atau berkecimpung membuat fine chemical atau pemurnian (refinery) minyak atsiri tersebut. Tabel berbagai minyak atsiri yang potensial dikembangkan di Indonesia seperti dibawah ini : 


Pemurnian minyak atsiri pada dasarnya adalah usaha memisahkan komponen-komponen minyak dalam minyak atsiri tersebut melalui proses distilasi. Komponen atau senyawa kimia yang memiliki nilai jual paling tinggi (fine chemical) adalah produk utama dari usaha tersebut dan selebihnya adalah produk samping. Karakteristik minyak atsiri yang mudah menguap (volatile) membuat proses distilasi tersebut harus dijalankan pada kondisi vacuum atau hampa udara atau dengan tekanan operasi proses yang sangat rendah sehingga secara otomatis suhu untuk proses itu sendiri juga menjadi rendah. Kondisi operasi pada suhu yang rendah juga membuat senyawa-senyawa kimia pada minyak atsiri tersebut tidak rusak.

Mengusahakan minyak atsiri dari perkebunan tanaman atsiri hingga pemurnian menjadi fine chemical tentu sangat ideal dan menjadi “mimpi” bagi para pengusaha minyak atsiri. Hal ini sebenarnya sangat mungkin untuk diwujudkan mengingat potensi lahan yang sangat luas tersedia untuk kebun atsiri dan teknologi proses produksi juga tidak terlalu sulit yang juga telah banyak dilakukan orang dari berbagai belahan dunia masa lalu dan masa kini. Kapasitas produksi minyak atsiri juga sebaiknya dirancang untuk bisa eksport (bulk exporter) atau memenuhi kebutuhan end user minyak tersebut dalam jumlah tertentu,  sehingga kegiatan usaha minyak atsiri lebih menguntungkan.
Pabrik minyak atsiri yang modern sehingga mampu melakukan proses produksi yang efektif dan efisien untuk kualitas produk terbaik serta ramah lingkungan menjadi tantangan hari ini dan masa depan bagi para industriawan (pebisnis) atsiri.  Bagi kalangan akademisi atau ilmuwan berbagai penelitian tentang minyak atsiri ini juga telah banyak dilakukan untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka dan berbagi dengan kalangan professional  bidang tersebut dan juga sebagian kecil mengembangkan menjadi usaha. Apapun tujuannya yang penting adalah bisa bermanfaat. 

   
Miniplant Pemurnian (refinery) atsiri