Tampilkan postingan dengan label pengolahan sampah kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengolahan sampah kota. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Januari 2024

Pellet Plastik Solusi Limbah Plastik

Plastik adalah limbah yang sulit terurai bahkan butuh hingga ratusan tahun hingga bisa terdekomposisi. Idealnya memang membatasi produksi dan penggunaan plastik sehingga tidak menghasilkan limbah plastik tersebut dan juga mengolah limbah plastik yang ada menjadi bahan kimia, atau bahan bakar lagi. Polusi limbah plastik tidak hanya di daratan / tanah dan juga perairan terutama sungai dan laut. Pada aspek mengatasi atau mengolah limbah plastik, maka limbah plastik perlu didekomposisi lagi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Sejumlah proses teknologi thermal seperti pirolisis bisa digunakan untuk proses dekomposisi tersebut.  

Pencemaran limbah plastik yang terjadi di banyak tempat tersebut perlu segera diatasi. Sentra-sentra pengolahan limbah plastik perlu juga dibuat dibanyak tempat. Dan karena begitu merajalelanya limbah plastik tersebut maka bisa saja perlu waktu tertentu dari sumber limbah plastik menuju pabrik pengolahan tersebut. Hal tersebut tentu menjadi masalah tersendiri karena bulk density plastik yang rendah apalagi juga kondisinya kotor sehingga mahal biaya transportasinya untuk mencapai fasilitas pengolahan tersebut. Untuk itulah perlu pengolahan awal atau produk antara untuk menghemat transportasi tersebut. Pengolahan awal tersebut adalah pemadatan (densifikasi) menjadi pellet plastik. 

Dengan dibuat pellet, maka selain menghemat biaya transportasi juga memudahkan handling dan pengolahan selanjutnya. Sebelum dipelletkan limbah plastik tersebut perlu dibersihkan dengan dicuci, selanjutnya dikecilkan ukurannya dan dikeringkan. Semua proses tersebut harus berjalan kontinyu sehingga kapasitas produksi pellet plastik cukup besar. Proses pengecilan ukuran (size reduction) dengan shredder juga akan memeras air dari limbah plastik tersebut. Ukuran partikel plastik dari shredder perlu dibuat cukup kecil atau sekitar 1 cm untuk bisa dipelletkan dengan baik. Ukuran partikel yang kecil juga akan memudahkan proses pengeringan pada mesin pengering. 

Jika suatu kota menghasilkan limbah ribuan ton setiap harinya maka demikian juga volume limbah plastik tersebut. Apabila tidak bisa mengatasi masalah limbah dan khususnya plastik maka polusi lingkungan akan semakin buruk. Dengan besarnya volume limbah tersebut maka upaya pengolahanya juga harus berkapasitas besar sehingga meminimalisir polusi tersebut dan semakin berkualitas lingkungan hidup yang terbentuk.   

Selasa, 14 April 2015

Pemanfaatan Kompos Sampah Kota Untuk Pengembangan Minyak Atsiri

Permasalahan sampah kota terus menghantui sebagian besar pemerintah daerah akibat belum ditemukan sebuah solusi jitu untuk mengatasinya. Pola tertentu sebenarnya bisa dikembangkan dengan syarat harus komprehensif dari hulu ke hilirnya sehingga solusi yang dihasilkan menjadi efektif. Hampir semua permasalahan pada sampah kota adalah bagaimana mengolah sampah tersebut secara murah dan ekonomis sehingga semua sampah bisa terolah dan masalah dampak lingkungan akibat sampah tersebut bisa teratasi. Ada berbagai tawaran teknologi untuk mengolah sampah kota tersebut sehingga perlu dibuat optimasi untuk memutuskannya sehingga memberi manfaat yang optimal. Teknologi yang menggunakan rute biologi atau pengomposan sampah kota adalah cara yang paling populer karena mudah dan murah sehingga banyak diterapkan disejumlah tempat pembuangan akhir sampah kota.
Kebun Kayu Putih
Kompos sampah kota tetapi mempunyai keterbatasan karena tidak bisa digunakan untuk tanaman pangan karena sumbernya sangat beragam dan banyak tercemar berbagai kontaminan. Penggunaannya sehingga untuk pemupukan tanaman non-pangan seperti atsiri, atau tanaman kayu-kayuan. Lebih khusus pada potensi atsiri, Indonesia mempunyai potensi sangat besar untuk pengembangan minyak atsiri. Ada berpuluh-puluh tanaman atsiri bisa ditumbuhkan di indonesia sehingga bisa diekstrak minyaknya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kompos dari sampah kota yang jumlahnya banyak tersebut bisa dimanfaatkan untuk perkebunan-perkebunan atsiri yang dikembangkan. Dengan cara ini masalah sampah kota bisa mendapat solusi begitu juga perkebunan tanaman atsiri.