Tampilkan postingan dengan label schedule number. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label schedule number. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

Pemipaan Fluida dan Interkoneksi (Bagian 2-Habis)




Sejumlah bahan pipa yang masih digunakan pada profesi engineering saat ini antara lain : glass, plastik, ceramic, besi, nickel, lead, rubber, brass, copper, concrete dan asbestos sedangkan kayu juga masih bisa dijumpai dibeberapa tempat. Metode untuk menyambung pipa pada umumnya sama untuk semua bahan tersebut. Metode tersebut antara lain : ulir drat (threaded),  bell-and-spingot, flange, las (welded)  dan konektor (fitting).

3. Bell-and-spingot
Koneksi bell- and-spingot mampu menghandle lebih banyak fluida dibandingkan koneksi lainnya karena merupakan penyambung praktis untuk pipa ukuran besar ketika bahan baku pipa bukan dari baja. Sambungan ini biasanya didempul dengan oakum dan timbal, tetapi sambungan mekanis menjadi populer karena sambungan lebih kuat, kemudahan instalasi dan ruang gerak lebih besar pada angular displacement dan expansion. Sambungan-sambungan ini di”kunci” dengan coakan (groove) dalam spingot yang mencegah terlepasnya sambungan, dengan gasket karet dikencangkan dengan mur baut.   Bahan yang biasa disambung dengan cara ini biasanya : cast iron, clay, atau concrete, meskipun pada beberapa kasus glass, plastic dan cement-asbestos juga sering digunakan. Konektor (fitting) sama seperti pipa pada umumnya dan fungsinya sama dengan pipa dengan ulir drat (threaded). Valve yang hampir selalu digunakan pada koneksi ini adalah gate valve atau butterfly valve.


4. Flanged
Koneksi flange biasa digunakan pada ukuran pipa besar dan tekanan tinggi dimana jalur pemipaan tersebut sering dilepas untuk maintenance atau inspeksi, pada valve bonnet lebih besar atau pipa akan dikoneksikan dengan suatu alat proses. Pada awalnya pipa baja dengan ukuran lebih dari 3 in dibuat ulir drat dan dikoneksikan dengan flange, tetapi koneksi las telah menggantikan hal tersebut. Plain atau full-face flange banyak digunakan dengan ring gasket ataupun full-face gasket.


Gasket dibuat dari material yang beragam dari kertas hingga baja. Untuk tekanan sampai dengan 500 psi (34 atm), asbestos paling umum digunakan. Karet  memuaskan pada kisaran tekanan yang luas pada temperature rendah. Lead, copper, alumunium, steel dan kombinasi material tersebut dengan asbestos atau kertas digunakan untuk tekanan lebih tinggi.       

5. Las (Welded)

Trend modern untuk pipa dengan ukuran 2in ke atas yakni dengan koneksi las. Tidak ada ulir drat, dempul atau baut dibutuhkan, tidak juga menggunakan gasket ketika menggunakan koneksi las ini.  Baja adalah bahan yang biasa digunakan system pemipaan dengan koneksi las, dengan pipa schedule untuk tekanan rendah dibawah 1000 psi (68 atm) dan pipa seamless untuk tekanan lebih tinggi. Las gas cukup populer untuk beberapa waktu, tetapi saat ini las listrik juga semakin populer. Pipa plastik jika termasuk thermoplastic, maka dengan mudah dilas dengan electric hot plates. 


Kamis, 01 Januari 2015

Pemipaan Fluida dan Interkoneksi (Bagian 1)







Bahan-bahan biasanya disimpan dan dihandle dalam bentuk fluida. Fluida-fluida dalam hampir semua process engineering tidak bisa dihandle pada saluran terbuka tetapi membutuhkan saluran tertutup.  Pada jaman dahulu saluran tertutup tersebut terbuat dari batang kayu yang dilubangi (hollowed log), kemudian juga dari bagian kayu atau tanah liat (barang tembikar). Perkembangan pengolahan besi membawa ke arah pembuatan pipa dari besi cor ataupun besi tempa sehingga memungkinkan adanya standarisasi dimensi dan konektornya (fitting). 




 
Sejumlah bahan pipa yang masih digunakan pada profesi engineering saat ini antara lain : glass, plastik, ceramic, besi, nickel, lead, rubber, brass, copper, concrete dan asbestos sedangkan kayu juga masih bisa dijumpai dibeberapa tempat. Metode untuk menyambung pipa pada umumnya sama untuk semua bahan tersebut. Metode tersebut antara lain : ulir drat (threaded),  bell-and-spingot, flange, las (welded)  dan konektor (fitting). 

1.     Koneksi Ulir Drat (threaded connections)
Koneksi ulir drat ini paling banyak digunakan di industri karena kepraktisannya baik besi cor, besi tempa, kuningan ataupun plastik. Sistem ini sangat mudah karena diameter luar (OD) pipa dijaga konstan dengan toleransi 1/64-in oversize dan 1/32-in undersize dan diameter dalam (ID) dari konektor (fitting) juga dibuat sama untuk semua material. Pipa dengan diameter lebih besar 12 in jarang dibuat ulir-drat dan OD-nya terkait ukuran pipa tersebut. 


Pipa besi pada asalnya diklasifikasikan menjadi menjadi 3 ketebalan untuk perbedaan tekanan operasi , yaitu : standard, extra-strong (extra-heavy) dan double-extra-strong. Klasifikasi diatas sekarang sudah tidak terpakai dan ketebalan mengikuti set formula dengan diekspresikan dalam “schedule number” seperti dikeluarkan oleh American Standards Association, yakni 10, 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 140 dan 160. 

Untuk pipa dibawah 10 in, pipa schedule 40  identik dengan pipa “standard” pada klasifikasi terdahulu, dan schedule 80 identik dengan pipa “extra-strong” . Dan tidak ada schedule number yang ekuivalen dengan “double-extra-strong” dan pipa schedule 160 hanya bisa diperoleh pada pipa lebih kecil dari 4 in. 


Untuk moderate high pressure sampai dengan 6000 psi (408,3 atm), stainless steel dengan ulir drat sering digunakan. Sedang untuk tekanan lebih tinggi khususnya temperatur tinggi, alloy steel dan special compression fitting serta needle valve digunakan. 


Pipa besi cor (cast-iron pipe) pada umumnya tidak ada ulir drat, tetapi bisa saja pada penggunaan khusus seperti pada air tekanan tinggi. Ketika dibuat ulir drat, dimensi hampir sama dengan pipa besi tetapi ketebalan sering berbeda pada beberapa kasus.
Pipa besi tempa (Wrought-iron pipe) memiliki kemampuan superior terhadap korosi dan banyak digunakan khususnya untuk hot water piping dan instalasi bawah tanah. Sedangkan pipa kuningan (brass pipe) dan pipa tembaga (copper pipe) digunakan ketika kebutuhan ketahanan korosi lebih besar. 

2.     Konektor (Fitting)
Pipa yang dibuat ulir drat selanjutnya disambung dengan konektor (fitting). Sejumlah konektor khusus lainnya biasanya tersedia sesuai permintaan dan bisa menyelesaikan hampir semua masalah pemipaan. 

(Bersambung)…