Tampilkan postingan dengan label pabrik kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pabrik kimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

Menjaring Ide Terbaik Dari Seluruh Dunia dan Mengeksekusi Menjadi Bisnis

Ide ataupun peluang usaha bisa datang dari mana saja. Ketika dalam Islam, muslim dianjurkan untuk silaturahim maka hal tersebut memberi banyak hikmah termasuk memunculkan berbagai ide dan peluang-peluang tertentu. Para pebisnispun biasa membuat forum-forum dengan tujuan memperkaya dan mempertajam ide atau peluang tersebut. Dalam rangka untuk mengembangkan usahanya hal yang tidak jarang dilakukan adalah “menyemaikan” ide tersebut di internal perusahaan mereka dalam departemen R&D (Research and Development) ataupun bekerjasama dengan pihak-pihak luar seperti perguruan tinggi, perusahaan lain dan sebagainya. Menyemaikan, merawat dan hingga membuahkan menjadi bisnis yang menguntungkan juga bukan jalan pintas dalam sekejap tetapi membutuhkan banyak waktu, tenaga bahkan biaya.


Pada umumnya tidak banyak ide-ide yang muncul hingga berbuah menjadi usaha yang menguntungkan. Hal ini memang diperlukan tekad kuat untuk mewujudkannya. Ide sederhana besar kemungkinan akan segera terlaksana, tetapi sebuah ide dengan visi besar yang mampu membawa perubahan yang signifikan bagi kehidupan tentu membutuhkan usaha yang besar. Ketika pola pikir instant semua ingin langsung kelihatan hasilnya (plug and play) mendominasi seseorang maka akan sangat menyulitkan merealisasikan ide dengan visi besar tersebut. Ibarat seorang pahlawan besar tentu mengalami sejumlah pertempuran besar sebelum kemenangan besar bisa diraih dengan gemilang.


Ketika ide dengan visi besar bisa dishare sehingga memiliki banyak pendukung, lalu resources  yang dibutuhkan bisa diintegrasikan, maka akan semakin dekat dengan keberhasilan. Setelah semua siap maka eksekusi menjadi hal penting. Eksekusi yang salah juga berpotensi besar pada kegagalan. Walaupun panjang dan berliku tetapi dengan dengan pondasi kuat dan visi besar maka sebuah bisnis  maka buahnya akan manis dan bisa dirasakan dalam jangka waktu lama.


Bidang Teknik Kimia dengan memberi nilai tambah suatu material yang bermanfaat bagi kehidupan manusia melalui industri proses, mempunyai peran sangat strategis. Ketika kita melihat saat ini sangat banyak peluang tetapi hanya berhenti pada sebatas ide, mari kita bergerak lebih jauh dan menjadikannya bisnis yang menguntungkan. Menemukan peluang-peluang yang unik juga hal menarik dan memerlukan banyak usaha. sehingga bisa dieksekusi dan mendatangkan keuntungan pada masa mendatang.   


Menerjemahkan Peluang Specialty Chemical dan Process Intensification

Tantangan-tantangan baru muncul seiring perkembangan ilmu dan teknologi. Manusia semakin mencari cara kualitas kehidupan yang lebih baik dengan memproduksi produk-produk yang dibutuhkannya. Kebutuhan-kebutuhan akan material atau bahan khusus untuk suatu kebutuhan khusus mulai banyak dikaji yang kemudian diikuti oleh berbagai penelitian-penelitian. Penelitian-penelitian tersebut adakalanya berupa penelitian fundamental, tetapi kadang juga merupakan penelitian untuk membuktikan konsep atau untuk membuktikan prinsip atau bahkan penelitian suatu pilot plant.

Menerjemahkan berbagai peluang tersebut sehingga menjadi kegiatan usaha tentu membutuhkan waktu dan berbagai tahapan. Ditinjau dari tahapan penelitian hingga akhirnya bisa masuk skala komersial saja sering membutuhkan waktu yang tidak sebentar begitu juga biaya yang dikeluarkan. Menemukan pihak-pihak yang kompeten untuk membantu menerjemahkan ide-ide yang ada sehingga membumi dan bisa dilakukan juga bukan hal yang mudah. Konsep yang telah matang dan selanjutnya ditindaklanjuti langkah teknisnya hingga fabrikasi akan mampu membuktikannya dalam kenyataan.



Untuk semakin mengefektifkan suatu proses saat ini juga telah dikenal process intensification sehingga konsumsi energi, tempat, bahan-bahan tambahan bahkan tenaga kerja juga dibuat seefektif mungkin, misalnya seperti microchannel yang diaplikasikan di reaktor. Aspek lingkungan berupa emisi ramah lingkungan, hemat energi dan penggunaan berbagai energi terbarukan akan sangat dimungkinkan dalam era process intensification tersebut. Sebuah kombinasi yang sangat menantang bagi insinyur-insiyur kimia atau proses atau peneliti untuk mewujudkan dalam dunia nyata dalam rangkan memperbaiki kualitas kehidupan manusia, yakni specialty chemical dan process intensification. Walaupun kelihatannya sulit, tetapi inilah saat yang tepat untuk memulainya, karena perjalanan terjauh dimulai dari satu langkah. 

Rabu, 10 Juni 2015

Peluang Emas di Industri Kimia Timur Tengah Hingga Tahun 2020

Ketika dikatakan Timur Tengah, hampir semua Insinyur Kimia akan terbayang industri kimia di kawasan tersebut mulai migas hingga petrokimia. Bagi sebagian besar insinyur kimia akan melihat banyak peluang di kawasan Timur Tengah bahkan jauh-jauh hari sebelum atau ketika masuk jurusan Teknik Kimia di perguruan tinggi sudah merencanakan atau bercita-cita ke sana atau boleh dikatakan kalau Timur Tengah adalah “surga” bagi insinyur-insinyur Kimia. Hal ini karena banyaknya industri kimia berbasis fossil (petrokimia) di kawasan tersebut sebagai roda penggerak utama ekonomi mereka saat ini. Sehingga menjadi tidak mengherankan apabila informasi ataupun perkembangan industri kimia di kawasan ini diupayakan selalu diikuti (update) dan menjadi perhatian. Kawasan Timur Tengah yang meliputi Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kuwait, Yaman, Lebanon, Iran, Iraq, Jordan dan Syria terkenal dengan cadangan minyak mentah (crude petroleum oil) hampir setengah dari cadangan dunia dan lebih dari sepertiga cadangan gas alam dunia. Kemakmuran dan berlimpahnya uang (harta/kekayaan) terlihat dari indikasi sejumlah fasilitas-fasilitas megaproyek yang dijadikan icon dan merupakan dampak keuntungan utama dari bisnis minyak dan gas tersebut. Pendapatan negara-negara tersebut (GDP=gross domestic product) hampir setengahnya dari perdagangan minyak dan produk-produk berbasis minyak lainnya pada tahun 2011. Walaupun begitu hampir semua negara di kawasan Timur Tengah tersebut berusaha untuk mengurangi kontribusi migas dalam GDP mereka. Tetapi kenyataannya kontribusi migas dalam ekonomi mereka masih sangat signifikan.






Kondisi sejumlah negara di kawasan tersebut yang dilanda konflik berupa sejumlah peperangan adalah tantangan tersendiri, akan tetapi karena kebutuhan energi dunia yang saat ini masih didominasi migas maka usaha pada sektor tersebut tetap terus berjalan dan tetap memberikan banyak keuntungan. Diantara negara-negara di kawasan Timur Tengah tersebut ada yang menggabungkan diri dalam kelompok atau organisasi GCC (the Gulf Cooperation Council) yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman dan Bahrain. Disinyalir dengan membuat kelompok atau organisasi tersebut maka akselerasi dan ekspansi bisnis berbasis migas akan semakin cepat. Perkembangan dalam organisasi GCC mencapai porsi sekitar 68% dari seluruh kawasan Timur Tengah dan diproyeksi mencapai 3.0373 milyar dollar Amerika pada tahun 2020. Tentu suatu jumlah yang sangat besar. Tercatat bahwa rencana investasi hingga tahun 2011-2020 lebih dari 770 milyar dollar Amerika untuk kawasan Timur Tengah. Sekitar 53% dari total investasi tersebut diproyeksikan untuk negara-negara GCC, sedangkan sisanya sebagian besar untuk Iran dan Iraq.



Bisnis industri kimia (termasuk farmasi) secara global bernilai 4,7 trilliun dollar Amerika pada tahun 2011 dan diproyeksi akan menjadi 6,9 triliun dollar Amerika pada tahun 2020. Pada tahun 2013 industri kimia di kawasan Timur Tengah bernilai 160 milyar dollarAmerika, dengan petrokimia dan polymer serta diikuti pupuk pada segmen terbesarnya tehitung mencapai 60% pasar. Segmen utama lainnya termasuk cat dan coating, water treatment chemical, construction chemical dan sebagainya. Proyeksi industri kimia tahun 2013-2020 untuk kawasan Timur Tengah adalah Petrokimia dan pupuk adalah dua segmen dengan pertumbuhan tercepat, diikuti paint & coating, oil field chemical dan water treatment chemical.


Industri-industri kimia di kawasan tersebut akan tetap mempertahankan industri-industri kimia konvensional seperti polymer (PE, PP), petrokimia dasar dan pupuk.  Disamping itu sejumlah industri-industri kimia dengan produk atau komoditas baru yang meningkatkan nilai tambah juga sedang dibuat dan akan segera mengisi pasar dunia seperti perfomance polymers, specialty chemicals dan intermediates. Industri-industri tersebut diharapkan akan beroperasi pada periode berbeda sampai akhir dekade ini. Penggunaan strategi pada industri-industri kimia tersebut adalah bagian dari diversifikasi produksi yang akan memberi nilai tambah yang besar dengan mengisi pasar-pasar pada komoditas tersebut. Sedangkan rencana untuk tahun 2020 dan selanjutnya produksi-produksi fine chemical termasuk agro-chemical dan pharmaceutical ingredient akan diimplementasikan.

Timur Tengah masih memberikan peluang emas bagi Insinyur Kimia untuk berkiprah disana. Apabila sebagai pekerja atau karyawan maka industri-industri tersebut akan memberikan gaji yang tinggi dan fasilitas mewah dan apabila sebagai pengusaha dan bisa menangkap peluang-peluang tersebuat maka peluang akan keuntungan besar pun akan diperoleh. Beberapa trend kunci untuk teknologi di Timur Tengah yaitu :
1. Buying and Replicating
Dengan adanya akuisisi, perusahaan-perusahaan dapat dengan cepat mendapatkan baik kemampuan teknologi dan produksi.
2. Incentivising Foreign Investor
Insentif-insentif khusus ditawarkan oleh negara-negara pada investor-investor asing dengan teknologi-teknologi terbaru.
3. Joint Venture (JV)
Perusahaan patungan (Joint Venture)besar dengan struktur tertentu yang akan memberikan keuntungan spesifik pada semua pihak.
4. Technology Licensing
Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan untuk lisensi teknologi mutakhir dari pesaing asing.
5. Innovation/Research and Development
Kesuksesan pada sektor hilir membutuhkan pengembangan produk berkelanjutan dan improvement.



Sejumlah megatrend lain banyak bermunculan sebagai dampak pertumbuhan industri-industri kimia di kawasan Timur Tengah. Tiga megatrend utama yang muncul yakni konstruksi sipil dan konstruksi komersial, munculnya kota-kota industri, dan perkembangan jaringan transportasi intra-regional. Jubail dan Yanbu di Arab Saudi, Mesaieed di Qatar, Al Ruwais di Uni-Emirat Arab dan Shuaiba di Kuwait adalh sejumlah contoh kota-kota industri yang menarik investasi besar dari produsen-produsen bahan kimia utama. Proyek jaringan kereta api yang menghubungkan 6 negara anggota GCC, berbagai international airport,  Lusail City di Qatar, Mohammed Bin Rashid City di Uni Emirat Arab, King Abdullah and Jazan Economic Cities di Arab Saudi adalah beberapa megaproyek yang sedang dibangun di kawasan Timur Tengah. Estimasi sekitar 4,3 triliiun dollar Amerika digunakan untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA=Middle East and North Africa) sampai dengan 2020. Begitu juga sebaliknya dengan didorong oleh megaproyek-megaproyek tersebut pertumbuhan permintaan untuk construction chemicals and materials, termasuk paints and coatings, concrete admixtures, flooring compounds, waterproofing compounds, dan adhesive & sealant dan sebaiknya juga turut meningkat hingga tahun 2020. Belajar dari kasus Timur Tengah adalah besarnya cadangan sumber daya alam berupa minyak dan gas terbukti bisa membawa kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya di kawasan Timur Tengah termasuk membuka berbagai peluang bagi para pekerja atau usahawan dari berbagai belahan dunia.  

Minggu, 29 Maret 2015

Sudut Pandang Peneliti dan Pebisnis

Sudut pandang seseorang terhadap sesuatu hal akan mempengaruhi keputusan dan tindakannya. Begitu juga jenis tantangan juga dilihat dan disikapi berbeda-beda bagi setiap orang. Ketika bicara pada sisi produksi, baik peneliti atau pebisis juga memiliki perspektif sendiri-sendiri. Dimana kecenderungan pemikiran anda berarti disitulah kecenderungan posisi anda. Jauh dekatnya dan bagaimana mereka mengenali dinamika pasar atau perilaku konsumen atau bahkan sampai interaksi kemampuan mempengaruhi pasar adalah faktor pembeda antara peneliti dan pebisnis terkait aktivitas produksi.

Dalam kaitannya dengan produksi seorang peneliti umumnya terutama akan melihat tentang aspek kualitatif yakni bisa atau tidaknya suatu barang tersebut diproduksi atau dibuat, dengan aspek keekonomian atau komersialisasi tidak menjadi perhatian. Hal ini bisa kita ketahui dari komentar mereka pada umumnya bahwa apa yang mereka produksi adalah lebih baik atau bisa bersaing dengan apa yang ada dipasaran. Sedangkan pebisnis biasanya bergerak dari dinamika pasar yang ada, lalu mencari peluang tentang produk apa yang masih dibutuhkan pasar. Selanjutnya mereka akan menangkap peluang tersebut dan ketika volume usaha tersebut cukup besar, pada umumnya mereka akan menekuni usaha tersebut lebih serius. Lalu bagaimana kaitannya dengan produksi?  Ketika mereka telah mampu mengisi kebutuhan pasar tersebut, baru selanjutnya mereka akan mengusahakan produksi sendiri jika dianggap akan memberi keuntungan lebih besar. Berbagai peluang potensi kebutuhan akan berbagai produk baru di pasaran juga biasanya telah dipetakan oleh kalangan pebisnis.

Ada titik temu antara peneliti dan pebisnis tentang sudut pandang melihat potensi kebutuhan akan produk baru. Dalam banyak kasus biasanya ada banyak kecocokan dalam sudut pandang tersebut. Tetapi untuk menjembatani antara kalangan peneliti dan pebisnis kadang juga tidak mudah, bisa saja terkait faktor teknis maupun faktor non-teknis lainnya. Pebisnis yang melakukan penelitian untuk pengembangan suatu produk juga sering kita temui, dan juga peneliti yang ingin mengembangkan inovasinya sampai tataran bisnis. Tetapi ada baiknya juga peneliti mencari info tentang kondisi pasar sehingga apa yang menjadi topik penelitiannya tidak “diawang-awang” tetapi bisa sejalan dengan kebutuhan pasar tersebut. Di sisi yang lain pebisnis juga tidak ada salahnya berkomunikasi dengan kalangan peneliti, karena ide dikepalanya bisa jadi adalah hal yang bisa dilakukan dan mudah di level penelitian. Karakteristik pada wilayah komersialisasi  berbeda dengan karakteristik penelitian pengembangan produk baru, sehingga pada akhirnya bisa saja terjadi sinergi antara kalangan peneliti dan pebisnis tersebut.

Kamis, 08 Januari 2015

Memahami Bahaya Korosi Pada Peralatan Pabrik Kimia





Sebagian besar pabrik kimia memilih lokasi di tepi laut dengan alasan pada umumnya untuk memudahkan logistik berupa akses bahan baku dan pemasaran. Pertimbangan lainnya daerah tepi laut umumnya tidak banyak penduduk sehingga dampak lingkungan lebih kecil daripada di daerah padat penduduk. Tetapi kondisi tepi laut dengan udara lembab dan korosif sangat membahayakan logam-logam yang digunakan dalam proses pabrik kimia tersebut. Pemilihan logam yang sesuai dan perawatan yang baik peralatan pabrik kimia tersebut akan memperpanjang masa pakai dan safety pada operasional pabrik.



Korosi bila tidak diperhatikan awalnya kelihatan sepele. Tetapi seiring waktu akan menjadi masalah besar sehingga menjadi persoalan serius yang berbahaya. Sebuah tangki bisa bocor atau bahkan collapse akibat serangan korosi.Kebocoran pipa juga bisa berakibat fatal akibat serangan korosi. 




Proses dalam pabrik kimia itu sendiri juga menghasilkan bahan-bahan seperti asam kuat yang juga sangat korosif bagi logam. Untuk itulah pengenalan berbagai material logam pada alat pabrik kimia sangat penting sehingga pemahaman untuk  pemilihan jenis logam dan perawatannya dimiliki oleh semua orang terutama yang terlibat pada proses produksinya. Sebuah kit yang membantu untuk memberi pemahaman akan korosi tersebut menjadi sangat dibutuhkan.   

Selasa, 30 Desember 2014

Menganalisa Pola Aliran Dalam Kolom di Pabrik Kimia


Apabila kita melihat pabrik-pabrik kimia pada umumnya hanya  nampak  menara-menara tinggi seperti pipa-pipa yang dipancangkan ke bumi. Tetapi disitulah sebenarnya salah satu proses utama pabrik kimia terjadi. Proses yang dilakukan dalam menara atau kolom-kolom tinggi tersebut umumnya adalah absorbs, stripsi dan distilasi. Proses-proses tersebut diatas selalu melibatkan cairan sebagai salah satu komponen utamanya.

Sejauh ini dikenal dua pola aliran ideal yakni plug flow dan mixed flow, tetapi kenyataan dilapangan tidak pernah ada pola aliran yang benar-benar plug flow atau mixed flow seratus persen. Pada kolom bahan isian penyimpangan itu terjadi karena fluida tidak menempuh rute yang sama sepanjang kolom sehingga menyebabkan perbedaan waktu tinggal dalam kolom yang berakibat pada pencampuran atau mixing yang terjadi.


Deviasi yang umum terjadi dalam kolom adalah chanelling, recycling atau daerah stagnant dalam kolom tersebut. Deviasi dari aliran ideal dapat diklasifikasikan dalam 2 tipe, yang pertama fluida mengalir melalui kolom pada kecepatan yang berbeda yang disebabkan “chanelling” dan “dead zone” sehingga elemen fluida tidak tercampur sempurna secara local tetapi sisa-sisa elemen itu memisahkan secara parsial dan bergerak sepanjang kolom. Yang kedua deviasi berhubungan dengan tingkat pencampuran lokal atau micromixing, sebagai contoh adalah adanya local mixing atau difusi pada arah aliran sepanjang kolom.




Pola aliran pada pipa atau kolom diekati sebagai aliran plug flow daripada mixed flow.  Variabel-variabel lain seperti aliran gas dan jenis bahan isian perlu ditambahkan untuk menganalisa pola aliran tersebut secara komprehensif. Jenis bahan isian (packing) sangat berpengaruh terhadap hal ini, karena setiap bahan isian memiliki karakteristik tersendiri, misalnya raschig rings akan berbeda dengan jenis pall ring. Ketika kondisi optimum operasi kolom didapatkan maka kinerja pabrik kimia akan menjadi lebih maksimal karena kolom-kolom tersebut adalah salah satu alat utama pada pabrik kimia. 

Kamis, 25 Desember 2014

Pemilihan Valve dan Pressure Drop di Pabrik Kimia

Pada dasarnya valve yang digunakan pada proses kimia dibedakan menjadi 2 kelompok :
1. Shutt-off valve (block valve), yang maksudnya untuk membuka dan menutup valve.
2. Control valve, baik manual maupun otomatis, tujuannya untuk mengatur aliran.

Jenis-jenis valve yang utama, yakni :
a. Gate Valve
b. Plug Valve
c. Ball Valve
d. Globe Valve
e. Diaphragm Valve
f. Butterfly Valve

Valve yang dipilih untuk maksud shut-off harus memberi positive seal ketika pada posisi tertutup dan minimum resistance untuk aliran ketika dibuka. Valve yang masuk dalam kelompok ini adalah gate valve, plug valve dan ball valve. Sedangkan untuk maksud kontrol aliran, valve harus mampu memberikan kontrol  yang lembut (smooth) pada semua bukaan valve, yakni dari posisi tertutup penuh hingga terbuka penuh. Globe valve umumnya dipakai untuk control valve, meskipun tipe lain juga sering digunakan. 

Pemilihan dan rancangan control valve penting, karena kontrol aliran yang bagus harus tercapai sementara pressure drop harus seminimal mungkin. Ukuran valve juga harus bisa menghindari terjadinya semprotan (flashing) dari cairan panas dan aliran supercritical pada gas dan uap.





Pressure drop akan  menyebabkan banyak kerugian dalam industri kimia. Bagian pemipaan adalah hal yang paling umum dijumpai dalam industri kimia sepert  tingkat kekasaran pipa, banyaknya lekukan (belokan) dan panjangnya jalur pemipaan ataupun jika terjadi kebocoran. Selain pipa,  pada bagian valve juga banyak menyebabkan terjadinya pressure drop ini. Kesalahan dalam pemilihan valve berpotensi terjadinya kerugian yang besar akibat pressure drop ini dan safety. 

Setiap valve memiliki karakter tersendiri sehingga perancang pabrik kimia atau operator pabrik kimia harus mengetahui hal ini. Ada puluhan jenis valve yang digunakan di industri kimia pada umumnya, sehingga akan mudah ditunjukkan apabila ada suatu model yang mampu memberikan pengetahuan tentang karakteristik valve yang dipakai di industri kimia tersebut.  Salah satunya adalah operasional valve itu sendiri, misalnya :  Gate valve tidak terlalu cocok untuk operasi valve partially open (buka sebagian) tetapi lebih cocok untuk operasi valve open-and-shut (buka tutup). Hal ini karena pada gate valve terjadi perubahan area yang besar ketika dilakukan sedikit penyettingan (slight adjustment). Sedangkan untuk ukuran pipa lebih besar jenis butterfly valve lebih umum digunakan. Butterfly valve sering digunakan pada aliran gas dan uap.



Pada gate valve karena beroperasi dengan pelan maka mencegah terjadinya fluid hammer, yang merusak sistem pemipaan. Pressure drop yang terjadi kecil terjadi pada gate valve. Ball valves  juga dirancang untuk operasi open-and-shut valve (buka tutup) sama seperti gate valve tetapi cairan yang mengandung partikel bisa menggores pada bolanya. Banyak yang menggunakan ball valve dengan sukses untuk valve pada air bersih. Ball valve juga memiliki pressure drop yang kecil, buka tutup bisa dilakukan dengan cepat, mudah dan tidak bermasalah. Yang perlu diperhatikan buka tutup terlalu cepat pada ball valves  akan menyebabkan fluid hammer. Seiring pengembangan seal Teflon, ball valves  semakin populer. Globe valve memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya globe valve seperti halnya gate valve akan menutup secara perlahan sehingga mencegah terjadinya fluid hammer. Sedangkan sisi negatifnya adalah pola aliran “Z” yang membatasi aliran fluida lebih daripada gate, ball atau butterfly valves. Sedangkan pada plug valve mirip seperti gate valve akan membuat aliran tanpa halangan ketika pada kondisi terbuka penuh. Korosi pada gagang minimal karena tidak ada ulir drat. Plug valve umumnya tersedia ukuran lebih besar daripada ball valves dan sangat cocok digunakan untuk unit pengolah air limbah (wastewater plant).



Kamis, 12 Desember 2013

Scale Up Made Easy

Tradisi riset harus terus ditumbuhkan selain untuk menumbuhkan bisnis baru juga kan memperbaiki kualitas serta memperkaya produk yang sudah ada. Tahapan scale up dari skala riset di laboratorium menjadi  skala industri atau komersial. Scale up atau memperbesar kapasitas produksi hingga skala industri atau komersial ternyata dalam banyak hal bukan hal yang sederhana.  Hal ini karena sejumlah peralatan yang digunakan di dunia industri tidak sama dengan skala laboratorium.  Secara visual alat yang digunakan di industri akan berbeda sangat jauh dengan skala laboratorium. Skala laboratorium dengan orientasi kualitatif sedangkan skala industri atau komersial orientasi kuantitatif atau ekonomis.  Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang kondisi komersialnya disarankan untuk membuat suatu pilot atau prototype sebagai model yang nantinya lebih mudah untuk di scale up. Adanya tahapan skala pilot atau model tersebut dimaksudkan untuk meminimalisasi resiko sebelum scale up lebih lanjut.

Skala pilot sebagai model tersebut harus cukup mewakili untuk proses skala besarnya. Variabel-variabel proses perlu diidentifikasi dengan cermat dan yang terpenting adalah esensi proses serta kondisi operasinya. Pemilihan alat berikut spesifikasinya adalah langkah selanjutnya pada fase ini.  Mengontrol kondisi proses dalam skala lebih besar akan lebih sulit tanpa didukung peralatan berikut sisi instrumentasi yang memadai. Trial and error untuk mencari  kondisi optimum proses adalah hal yang menantang sekaligus menyenangkan untuk dipecahkan. Referensi yang memadai berikut pengalaman yang mendukung akan membuat proses scale up semakin mudah dan menyenangkan.

Ketersediaan fasilitas laboratorium untuk uji produk yang dihasilkan mutlak dibutuhkan untuk selalu mengetahui kualitas produk dari unit pilot yang dioperasikan tersebut. Pencatatan kondisi proses setiap kali running atau menjalankan unit tersebut secara tertib sebagai record kinerja unit pilot tersebut penting dilakukan dan bisa untuk memudahkan menelusuri jika ada trouble salah satu unit prosesnya ataupun untuk optimasi proses. Rasa ingin tahu yang tinggi dan keberanian  untuk mencoba menjadikan proyek scale up ini menyenangkan dan memberi manfaat yang besar bagi pengembangan mental dan kepakaran anda. Selamat mencoba!


Dibawah ini scale up yang kami lakukan dari unit pembuat asap cair skala laboratorium menjadi skala pilot. Konsep pabrik dengan berawal skala kecil tetapi modern, user  friendly dan efisien adalah filosofi yang kami pegang. 






Minggu, 06 Oktober 2013

Meng-Capture Fenomena-Fenomena Proses Kimia


Seringkali berbagai fenomena proses yang kita jumpai di textbook maupun industri, sulit kita pahami tanpa alat bantu berupa model atau peraga. Model atau peraga tersebut berfungsi sebagai media untuk mengamati sekaligus melakukan berbagai simulasi berbagai fenomena proses kimia. Kompleksitas proses di industri bisa di breakdown menjadi serangkaian model atau peraga sehingga lebih mudah untuk dipahami. Model atau peraga bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain :
-Training & Education bagi engineer maupun operator pabrik
-Riset, misalnya  untuk mendapatkan kondisi optimasi proses  
Untuk bisa memenuhi fungsi seperti diatas, maka model atau peraga tersebut harus memiliki beberapa kriteria antara lain mampu mengakomodasi variable-variable proses secara komprehensif, sensitivitas proses yang memadai untuk mendapatkan data proses yang akurat, material untuk model atau peraga yang sesuai spesifikasi peruntukannya, output atau konversi yang memadai dan bisa disinkronkan dengan alat lain untuk pengembangan proses selanjutnya. Secara dimensi umumnya model atau peraga ini tidak besar tetapi secara teknis bisa cukup kompleks tergantung kapabilitas spektrum proses yang bisa dilakukan model atau peraga tersebut.
Kemudahan operasional berikut ketertampilan data proses yang informatif sehingga akan memudahkan pengguna untuk meng-capture berbagai fenomena-fenomena proses yang terjadi, tanpa kehilangan esensi tujuan proses tersebut. Model atau peraga tentang fenomena proses kolom bahan isian (packed column), korosi dan dekantasi pernah kami buat untuk maksud dan tujuan seperti diatas.