Jumat, 24 Juni 2016
Mengapa Produk Akhir Biogas Biasa Disebut Bio-CNG Atau Bio-LNG, Dan Bukan Bio-LPG?
Kamis, 23 Juni 2016
Kecil Lebih Mahal : Studi Kasus Pemurnian Biogas
Pemurnian biogas hingga menjadi biomethane yang kualitasnya
seperti CNG atau LNG di pasaran sangat mungkin dilakukan dalam skala
kecil. Prinsip atau metode pemurnian tersebut sama seperti pada skala besar,
tetapi pada skala kecil ternyata membutuhkan biaya yang lebih mahal terutama
untuk pembuatan unit pemurnian biogas tersebut. Hal ini karena semua peralatan
atau perlengkapan pada dasarnya sama seperti skala besar, bahkan sejumlah
peralatan atau perlengkapan penunjang di pasaran hanya tersedia pada ukuran
besar atau standar sehingga apabila digunakan untuk skala lebih kecil akan
banyak melakukan penyesuaian atau kustomisasi. Hal ini bisa dianalogikan ketika
penggunaan umum atau produksi massal adalah sepeda motor 100 cc hingga 200 cc,
lalu ada sebuah pesanan untuk membuat sepeda motor 50 cc atau 75 cc. Sebuah
studi tahun 2013 di Eropa menunjukkan bahwa biaya atau investasi yang
dibutuhkan berkisar 1.500-2.000 Euro/Nm3/jam untuk kapasitas raw biogas lebih
besar dari 800-1.000 Nm3/jam. Sedangkan untuk kapasitas kecil biaya investasi
meningkat secara signifikan yakni 360.000 – 460.000 Euro untuk raw biogas 60 –
72 Nm3/jam atau 6.000 – 6.400
Euro/Nm3/jam.
Berdasarkan data diatas maka sebuah
unit pemurnian biogas sebaiknya dibuat dengan skala cukup besar sehingga bisa
ekonomis. Harga bahan bakar gas yakni CNG atau LNG ataupun bahan bakar
kendaraan seperti minyak diesel dan bensin, juga bisa digunakan sebagai
pembanding untuk keekonomian produk biomethane yang dihasilkan nantinya. Ada
banyak sumber pada dasarnya sebagai bahan baku biogas ini terutama sejumlah
bahan-bahan organik yang cepat membusuk. Rute biologis (bio-processing) atau
fermentasi akan lebih sesuai untuk pengolahan limbah-limbah tersebut apabila
dibandingkan rute thermal misalnya, seperti pembakaran, pirolisis atau
gasifikasi maupun densifikasi (pemadatan) misalnya seperti pembriketan dan
pemelletan. Apabila tidak dimurnikan maka kualitas biogas sangat rendah, karena
banyaknya kontaminan/pengotor terutama gas CO2, sehingga nilai kalor-nya
rendah. Raw biogas dengan komposisi hanya 50-60% metana tidak efisien bahan
bakar pembakaran langsung (direct combustion), selain itu kontaminan berupa H2O
dan H2S korosif terhadap logam.
Perbandingan lain yang bisa dibuat
yakni setiap m3 biogas dengan kandungan 65% metana memiliki nilai kalor setara
6,5 kWh sedangkan pada biogas dengan kandungan 97% metana (biomethane) memiliki
nilai kalor setara 9,7 kWh. Nilai 9,7 kWh tersebut tidak berbeda jauh atau bisa bersaing dengan bahan bakar lain yakni
minyak diesel 9,8 kWh dan bensin 9,1 kWh. Berdasarkan hal-hal tersebut maka
pemurnian / upgrading biogas menjadi biomethane dengan spesifikasi nilai kalor
tinggi dan tidak korosif dibutuhkan sebagai bahan bakar kendaraan, pembangkit
listrik atau sumber pada skala produksi tertentu yang ekonomis untuk
dijalankan/dioperasikan.
Sabtu, 21 Mei 2016
Pemurnian Biogas Dengan Kolom Water Absorber-Stripper
Seiring dengan besarnya kebutuhan energi yang terus
meningkat dan keterbatasan persediaan energi fossil telah mendorong pemanfaatan
energi terbarukan, yang salah satunya adalah biogas. Biogas yang dihasilkan
kemudian bisa dimurnikan sehingga bisa digunakan sebagai sumber panas, listrik
maupun bahan bakar kendaraan. Komponen utama biogas adalah gas metana, yang
setiap bahan organik memiliki kandungan berbeda-beda. Kisaran gas metana dalam
biogas (raw biogas) antara 50% - 60%, sedangkan gas karbondioksida menempati
peringkat kedua dengan prosentase berkisar 40%-60% atau sebagai kontaminan
utama, diikuti gas-gas lain seperti H2S, H2O, N2, H2 dan O2. Gas CO2 dan H2S
dengan adanya uap air akan bersifat korosif pada generator untuk produksi
listrik maupun kendaraan (IC engine/Internal Combustion Engine), sehingga
prosentasenya harus dibuat serendah mungkin atau kadar metana dibuat setinggi
mungkin. Kadar metana yang tinggi
berarti juga meningkatkan nilai kalor biogas tersebut.
Salah satu metode untuk pemurnian biogas adalah dengan water
absorber (water scrubber) yakni berdasarkan absorbsi fisik. Pemurnian ini
dilakukan dengan prinsip kontak gas-cair secara lawan arah (counter-current)
pada suhu lingkungan dan bertekanan. Pemurnian biogas dengan cara ini paling
banyak digunakan karena paling mudah dan paling murah, ditambah ada sejumlah
keuntungan lain berupa lebih stabil, lebih aman dan ramah lingkungan. Gas CO2
dan H2S terlarut dalam cairan absorben (air) melalui aliran bawah kolom. Hal
ini disebabkan gas CO2 dan H2S lebih soluble dibanding gas CH4 di dalam air.
Pada praktek water absorber ada 2 cara yang dilakukan yakni water absorber
dengan regenerasi dan water absorber tanpa regenerasi. Water absorber dengan
regenerasi membutuhkan sedikit air dan water absorber tanpa regenerasi
membutuhkan banyak air.
Pada water absorber dengan regenerasi selanjutnya air yang
mengandung CO2 dan H2S kemudian diregenerasi ke dalam kolom stripper. Dengan
metode tersebut mampu dihasilkan biogas dengan kandungan CH4 95% dan yield CH4
mencapai 97%. Keuntungan proses ini adalah mudah dalam meregenerasi absorbent
dan simultan dalam H2S dan CO2 removal. Dalam meregenerasi air perlu
diperhatikan nilai baku mutu air dengan kadar baku mutu H2S dala air adalah
0,05 mg/L. Jika kadar H2S sudah mendekati batas baku mutu maka air harus
diganti dengan air murni.
Proses water absorber berdasarkan dari perbedaan kelarutan CH4 dan CO2 di air. Gas CO2 lebih terlarut daripada gas CH4, sehingga ketika raw biogas dikontakkan dengan air, hampir semua CO2 dari raw biogas tersebut terserap ke dalam air. Pada akhirnya tingkat kemurnian yang tinggi yakni 95% dengan yield yang tinggi juga yakni bisa lebih 95% bisa tercapai. H2S juga lebih terlarut (soluble) daripada CH4 sehingga akan terserap ke dalam air secara simultan bersama CO2. Saat ini ada beberapa teknik pemurnian biogas yang banyak (populer) dan favorit digunakan pada industri komersial yakni absorbsi (penyerapan) fisis menggunaan air atau pelarut organik, absorbsi kimia menggunakan MEA atau DEA, dan adsorbsi (penjerapan) padatan dengan arang aktif (activated carbon). Water absorber khususnya adalah teknik yang populer yang digunakan untuk pemurnia biogas di Swedia dan inilah juga yang kelihatannya paling cocok diterapkan di Indonesia. Pada kesempatan yang lain berbagai teknik pemurnian tersebut insyaAllah akan kita bahas.
Sedangkan masalah di sektor hulu adalah bagaimana meningkatkan yield biogas. Apabila target yield tidak tercapai maka kuantitas energi dari biogas tidak akan terpenuhi. Pada kasus produksi biogas dari limbah pabrik sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) dengan output berupa listrik yang dijual ke pihak lain seperti PLN atau industri, apabila jumlah dan kualitas listrik tersebut tidak mampu memenuhi target produksi maka usaha atau aktivitas tersebut akan merugi. Untuk bisa mendapatkan output listrik yang jumlah dan kualitas sesuai target sangat terkait pada sektor hulu berupa yield (raw) biogas dari fermentasi (bio-proses) bahan bakunya (substrat) dan sektor lebih hilir berupa pengolahan atau pemurnian (raw) biogas tersebut. Aktivitas mikroba pada produksi (raw) biogas tersebut sangat terpengaruh dari suhu, konsentrasi substrat, waktu proses (residence time) dan hampa udara (anaerob). Kondisi optimal harus dibuat sehingga kinerja mikroba biogas juga optimal, termasuk adalah pemilihan mikroba yang akan digunakan untuk mengurai substrat tersebut menjadi biogas. Sejumlah teknik terkait ini bisa digunakan untuk mencapai kondisi optimal tersebut.
Sedangkan masalah di sektor hulu adalah bagaimana meningkatkan yield biogas. Apabila target yield tidak tercapai maka kuantitas energi dari biogas tidak akan terpenuhi. Pada kasus produksi biogas dari limbah pabrik sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) dengan output berupa listrik yang dijual ke pihak lain seperti PLN atau industri, apabila jumlah dan kualitas listrik tersebut tidak mampu memenuhi target produksi maka usaha atau aktivitas tersebut akan merugi. Untuk bisa mendapatkan output listrik yang jumlah dan kualitas sesuai target sangat terkait pada sektor hulu berupa yield (raw) biogas dari fermentasi (bio-proses) bahan bakunya (substrat) dan sektor lebih hilir berupa pengolahan atau pemurnian (raw) biogas tersebut. Aktivitas mikroba pada produksi (raw) biogas tersebut sangat terpengaruh dari suhu, konsentrasi substrat, waktu proses (residence time) dan hampa udara (anaerob). Kondisi optimal harus dibuat sehingga kinerja mikroba biogas juga optimal, termasuk adalah pemilihan mikroba yang akan digunakan untuk mengurai substrat tersebut menjadi biogas. Sejumlah teknik terkait ini bisa digunakan untuk mencapai kondisi optimal tersebut.
Kamis, 10 Desember 2015
Menjaring Ide Terbaik Dari Seluruh Dunia dan Mengeksekusi Menjadi Bisnis
Ide ataupun peluang usaha bisa datang dari mana saja. Ketika
dalam Islam, muslim dianjurkan untuk silaturahim maka hal tersebut memberi
banyak hikmah termasuk memunculkan berbagai ide dan peluang-peluang tertentu.
Para pebisnispun biasa membuat forum-forum dengan tujuan memperkaya dan
mempertajam ide atau peluang tersebut. Dalam rangka untuk mengembangkan
usahanya hal yang tidak jarang dilakukan adalah “menyemaikan” ide tersebut di
internal perusahaan mereka dalam departemen R&D (Research and Development)
ataupun bekerjasama dengan pihak-pihak luar seperti perguruan tinggi,
perusahaan lain dan sebagainya. Menyemaikan, merawat dan hingga membuahkan
menjadi bisnis yang menguntungkan juga bukan jalan pintas dalam sekejap tetapi
membutuhkan banyak waktu, tenaga bahkan biaya.
Pada umumnya tidak banyak ide-ide yang muncul hingga berbuah
menjadi usaha yang menguntungkan. Hal ini memang diperlukan tekad kuat untuk
mewujudkannya. Ide sederhana besar kemungkinan akan segera terlaksana, tetapi
sebuah ide dengan visi besar yang mampu membawa perubahan yang signifikan bagi
kehidupan tentu membutuhkan usaha yang besar. Ketika pola pikir instant semua
ingin langsung kelihatan hasilnya (plug and play) mendominasi seseorang maka
akan sangat menyulitkan merealisasikan ide dengan visi besar tersebut. Ibarat
seorang pahlawan besar tentu mengalami sejumlah pertempuran besar sebelum
kemenangan besar bisa diraih dengan gemilang.
Ketika ide dengan visi besar bisa dishare sehingga memiliki
banyak pendukung, lalu resources yang
dibutuhkan bisa diintegrasikan, maka akan semakin dekat dengan keberhasilan.
Setelah semua siap maka eksekusi menjadi hal penting. Eksekusi yang salah juga
berpotensi besar pada kegagalan. Walaupun panjang dan berliku tetapi dengan
dengan pondasi kuat dan visi besar maka sebuah bisnis maka buahnya akan manis dan bisa dirasakan
dalam jangka waktu lama.
Bidang Teknik Kimia dengan memberi nilai tambah suatu
material yang bermanfaat bagi kehidupan manusia melalui industri proses,
mempunyai peran sangat strategis. Ketika kita melihat saat ini sangat banyak
peluang tetapi hanya berhenti pada sebatas ide, mari kita bergerak lebih jauh
dan menjadikannya bisnis yang menguntungkan. Menemukan peluang-peluang yang
unik juga hal menarik dan memerlukan banyak usaha. sehingga bisa dieksekusi dan
mendatangkan keuntungan pada masa mendatang.
Menerjemahkan Peluang Specialty Chemical dan Process Intensification
Tantangan-tantangan baru muncul seiring perkembangan ilmu
dan teknologi. Manusia semakin mencari cara kualitas kehidupan yang lebih baik
dengan memproduksi produk-produk yang dibutuhkannya. Kebutuhan-kebutuhan akan
material atau bahan khusus untuk suatu kebutuhan khusus mulai banyak dikaji
yang kemudian diikuti oleh berbagai penelitian-penelitian.
Penelitian-penelitian tersebut adakalanya berupa penelitian fundamental, tetapi
kadang juga merupakan penelitian untuk membuktikan konsep atau untuk
membuktikan prinsip atau bahkan penelitian suatu pilot plant.
Menerjemahkan berbagai peluang tersebut sehingga menjadi
kegiatan usaha tentu membutuhkan waktu dan berbagai tahapan. Ditinjau dari
tahapan penelitian hingga akhirnya bisa masuk skala komersial saja sering membutuhkan
waktu yang tidak sebentar begitu juga biaya yang dikeluarkan. Menemukan
pihak-pihak yang kompeten untuk membantu menerjemahkan ide-ide yang ada
sehingga membumi dan bisa dilakukan juga bukan hal yang mudah. Konsep yang
telah matang dan selanjutnya ditindaklanjuti langkah teknisnya hingga fabrikasi
akan mampu membuktikannya dalam kenyataan.
Untuk semakin mengefektifkan suatu proses saat ini juga
telah dikenal process intensification sehingga konsumsi energi, tempat,
bahan-bahan tambahan bahkan tenaga kerja juga dibuat seefektif mungkin,
misalnya seperti microchannel yang diaplikasikan di reaktor. Aspek lingkungan
berupa emisi ramah lingkungan, hemat energi dan penggunaan berbagai energi
terbarukan akan sangat dimungkinkan dalam era process intensification tersebut.
Sebuah kombinasi yang sangat menantang bagi insinyur-insiyur kimia atau proses
atau peneliti untuk mewujudkan dalam dunia nyata dalam rangkan memperbaiki
kualitas kehidupan manusia, yakni specialty chemical dan process
intensification. Walaupun kelihatannya sulit, tetapi inilah saat yang tepat untuk
memulainya, karena perjalanan terjauh dimulai dari satu langkah.
Minggu, 20 September 2015
Menangkap Peluang dan Membuatnya Menjadi Bisnis
Menangkap peluang dan lalu mengolahnya hingga menjadi bisnis
adalah bukan sesuatu hal yang mudah. Ada
banyak peluang yang menghampiri kita setiap waktu dan demikian juga ada
sejumlah rute yang bisa dipilih untuk mencapai tujuan tersebut. Pengalaman, intuisi, kuatnya kemauan dan
kemampuan sekaligus luasnya jaringan bisnis adalah sejumlah faktor yang
memudahkan untuk menangkap sekaligus memilih peluang terbaik dari yang ada dan
sekaligus memilih rute tercepat untuk merealisasikannya. Ketika seluruh usaha
yang merupakan wilayah kerja manusia dilakukan, maka kekhusyukan dan
kekuatan doa harus selalu disertakan
karena hanya Allah SWT yang akan menetukan segalanya pada akhirnya.
Ketika peluang tersebut sudah dikaji secara komprehensif lalu
mengerucut hingga menjadi suatu konsep yang mencakup aspek teknis didalamnya,
maka tahap pelaksanaan konsep hingga terealisasi adalah tantangan berikutnya. Pada
bagian teknis ada suatu rute yang bisa dipilih untuk implementasi peluang
hingga menjadi bisnis. Memulai dari hal yang kecil adalah sesuatu yang hampir bisa
diterapkan pada semua hal dalam bidang kehidupan dan tidak terkecuali pada hal
ini. Percobaan kapasitas kecil secara scientific bisa segera dilakukan untuk
membuktikan konsep tersebut (proof-concept), sejumlah fenomena yang terjadi
termasuk hasil yang didapat dianalisis
sebagai dasar untuk masuk ke tahap berikutnya pada skala lebih besar untuk
membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku (proof-principle). Selanjutnya fenomena-fenomena
proses diamati dan dianalisis sebagai dasar pijakan untuk pembuatan pilot
scale, lalu beranjak lagi ke technical demonstration dan terakhir sampai pada
commercial scale.
Tahapan-tahapan di atas kelihatannya panjang dan memakan
banyak waktu, energi dan biaya, tetapi sebenarnya dengan mengikuti
tahapan-tahapan tersebut maka pondasi bisnis yang dibangun akan kokoh dan
biasanya juga akan mampu bertahan lebih lama. Sebuah pencapaian besar selalu
membutuhkan pengorbanan besar pada awalnya demikian kaidah umum yang juga
berlaku disini. Bila kita berpikir instant dan segera mendapat hasil dengan
cepat atau “plug-and-play” untuk mewujudkan suatu bisnis yang besar maka hamper
bisa dipastikan hal tersebut tidak tercapai. Proses untuk menjalani serangkaian
“kesulitan” untuk merealisasikan konsep diatas itulah pengorbanan sebelum
akhirnya bisa memetik manisnya kesuksesan.
Perhitungan untung-rugi baru akan mulai terlihat ketika
sudah mencapai technical demonstration, sebelum selanjutnya dikembangkan ke
skala komersial (commercial scale)-nya. Walaupun pada akhirnya suatu proses
produksi atau industri akan dievaluasi dari sisi terutama teknologi dan
ekonomi, tetapi pada tahap awal sebaiknya diarahkan untuk mendapatkan kualitas
produk terbaik, baru pada langkah-langkah selanjutnya faktor efisiensi, safety
dan sebagainya menjadi perhatian seiring kapasitas produksi (pabrik) yang
semakin besar. Menjaga semangat dan stamina dengan usaha dan doa untuk terus merealisasikan
konsep tersebut adalah satu-satunya cara untuk tercapainya tujuan tersebut.
Rabu, 10 Juni 2015
Peluang Emas di Industri Kimia Timur Tengah Hingga Tahun 2020
Ketika dikatakan Timur Tengah, hampir semua Insinyur Kimia akan terbayang industri kimia di kawasan tersebut mulai migas hingga petrokimia. Bagi sebagian besar insinyur kimia akan melihat banyak peluang di kawasan Timur Tengah bahkan jauh-jauh hari sebelum atau ketika masuk jurusan Teknik Kimia di perguruan tinggi sudah merencanakan atau bercita-cita ke sana atau boleh dikatakan kalau Timur Tengah adalah “surga” bagi insinyur-insinyur Kimia. Hal ini karena banyaknya industri kimia berbasis fossil (petrokimia) di kawasan tersebut sebagai roda penggerak utama ekonomi mereka saat ini. Sehingga menjadi tidak mengherankan apabila informasi ataupun perkembangan industri kimia di kawasan ini diupayakan selalu diikuti (update) dan menjadi perhatian. Kawasan Timur Tengah yang meliputi Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kuwait, Yaman, Lebanon, Iran, Iraq, Jordan dan Syria terkenal dengan cadangan minyak mentah (crude petroleum oil) hampir setengah dari cadangan dunia dan lebih dari sepertiga cadangan gas alam dunia. Kemakmuran dan berlimpahnya uang (harta/kekayaan) terlihat dari indikasi sejumlah fasilitas-fasilitas megaproyek yang dijadikan icon dan merupakan dampak keuntungan utama dari bisnis minyak dan gas tersebut. Pendapatan negara-negara tersebut (GDP=gross domestic product) hampir setengahnya dari perdagangan minyak dan produk-produk berbasis minyak lainnya pada tahun 2011. Walaupun begitu hampir semua negara di kawasan Timur Tengah tersebut berusaha untuk mengurangi kontribusi migas dalam GDP mereka. Tetapi kenyataannya kontribusi migas dalam ekonomi mereka masih sangat signifikan.
Kondisi sejumlah negara di kawasan tersebut yang dilanda konflik berupa sejumlah peperangan adalah tantangan tersendiri, akan tetapi karena kebutuhan energi dunia yang saat ini masih didominasi migas maka usaha pada sektor tersebut tetap terus berjalan dan tetap memberikan banyak keuntungan. Diantara negara-negara di kawasan Timur Tengah tersebut ada yang menggabungkan diri dalam kelompok atau organisasi GCC (the Gulf Cooperation Council) yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman dan Bahrain. Disinyalir dengan membuat kelompok atau organisasi tersebut maka akselerasi dan ekspansi bisnis berbasis migas akan semakin cepat. Perkembangan dalam organisasi GCC mencapai porsi sekitar 68% dari seluruh kawasan Timur Tengah dan diproyeksi mencapai 3.0373 milyar dollar Amerika pada tahun 2020. Tentu suatu jumlah yang sangat besar. Tercatat bahwa rencana investasi hingga tahun 2011-2020 lebih dari 770 milyar dollar Amerika untuk kawasan Timur Tengah. Sekitar 53% dari total investasi tersebut diproyeksikan untuk negara-negara GCC, sedangkan sisanya sebagian besar untuk Iran dan Iraq.
Bisnis industri kimia (termasuk farmasi) secara global bernilai 4,7 trilliun dollar Amerika pada tahun 2011 dan diproyeksi akan menjadi 6,9 triliun dollar Amerika pada tahun 2020. Pada tahun 2013 industri kimia di kawasan Timur Tengah bernilai 160 milyar dollarAmerika, dengan petrokimia dan polymer serta diikuti pupuk pada segmen terbesarnya tehitung mencapai 60% pasar. Segmen utama lainnya termasuk cat dan coating, water treatment chemical, construction chemical dan sebagainya. Proyeksi industri kimia tahun 2013-2020 untuk kawasan Timur Tengah adalah Petrokimia dan pupuk adalah dua segmen dengan pertumbuhan tercepat, diikuti paint & coating, oil field chemical dan water treatment chemical.
Industri-industri kimia di kawasan tersebut akan tetap mempertahankan industri-industri kimia konvensional seperti polymer (PE, PP), petrokimia dasar dan pupuk. Disamping itu sejumlah industri-industri kimia dengan produk atau komoditas baru yang meningkatkan nilai tambah juga sedang dibuat dan akan segera mengisi pasar dunia seperti perfomance polymers, specialty chemicals dan intermediates. Industri-industri tersebut diharapkan akan beroperasi pada periode berbeda sampai akhir dekade ini. Penggunaan strategi pada industri-industri kimia tersebut adalah bagian dari diversifikasi produksi yang akan memberi nilai tambah yang besar dengan mengisi pasar-pasar pada komoditas tersebut. Sedangkan rencana untuk tahun 2020 dan selanjutnya produksi-produksi fine chemical termasuk agro-chemical dan pharmaceutical ingredient akan diimplementasikan.
Timur Tengah masih memberikan peluang emas bagi Insinyur Kimia untuk berkiprah disana. Apabila sebagai pekerja atau karyawan maka industri-industri tersebut akan memberikan gaji yang tinggi dan fasilitas mewah dan apabila sebagai pengusaha dan bisa menangkap peluang-peluang tersebuat maka peluang akan keuntungan besar pun akan diperoleh. Beberapa trend kunci untuk teknologi di Timur Tengah yaitu :
1. Buying and Replicating
Dengan adanya akuisisi, perusahaan-perusahaan dapat dengan cepat mendapatkan baik kemampuan teknologi dan produksi.
2. Incentivising Foreign Investor
Insentif-insentif khusus ditawarkan oleh negara-negara pada investor-investor asing dengan teknologi-teknologi terbaru.
3. Joint Venture (JV)
Perusahaan patungan (Joint Venture)besar dengan struktur tertentu yang akan memberikan keuntungan spesifik pada semua pihak.
4. Technology Licensing
Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan untuk lisensi teknologi mutakhir dari pesaing asing.
5. Innovation/Research and Development
Kesuksesan pada sektor hilir membutuhkan pengembangan produk berkelanjutan dan improvement.
Sejumlah megatrend lain banyak bermunculan sebagai dampak pertumbuhan industri-industri kimia di kawasan Timur Tengah. Tiga megatrend utama yang muncul yakni konstruksi sipil dan konstruksi komersial, munculnya kota-kota industri, dan perkembangan jaringan transportasi intra-regional. Jubail dan Yanbu di Arab Saudi, Mesaieed di Qatar, Al Ruwais di Uni-Emirat Arab dan Shuaiba di Kuwait adalh sejumlah contoh kota-kota industri yang menarik investasi besar dari produsen-produsen bahan kimia utama. Proyek jaringan kereta api yang menghubungkan 6 negara anggota GCC, berbagai international airport, Lusail City di Qatar, Mohammed Bin Rashid City di Uni Emirat Arab, King Abdullah and Jazan Economic Cities di Arab Saudi adalah beberapa megaproyek yang sedang dibangun di kawasan Timur Tengah. Estimasi sekitar 4,3 triliiun dollar Amerika digunakan untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA=Middle East and North Africa) sampai dengan 2020. Begitu juga sebaliknya dengan didorong oleh megaproyek-megaproyek tersebut pertumbuhan permintaan untuk construction chemicals and materials, termasuk paints and coatings, concrete admixtures, flooring compounds, waterproofing compounds, dan adhesive & sealant dan sebaiknya juga turut meningkat hingga tahun 2020. Belajar dari kasus Timur Tengah adalah besarnya cadangan sumber daya alam berupa minyak dan gas terbukti bisa membawa kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya di kawasan Timur Tengah termasuk membuka berbagai peluang bagi para pekerja atau usahawan dari berbagai belahan dunia.
Bisnis industri kimia (termasuk farmasi) secara global bernilai 4,7 trilliun dollar Amerika pada tahun 2011 dan diproyeksi akan menjadi 6,9 triliun dollar Amerika pada tahun 2020. Pada tahun 2013 industri kimia di kawasan Timur Tengah bernilai 160 milyar dollarAmerika, dengan petrokimia dan polymer serta diikuti pupuk pada segmen terbesarnya tehitung mencapai 60% pasar. Segmen utama lainnya termasuk cat dan coating, water treatment chemical, construction chemical dan sebagainya. Proyeksi industri kimia tahun 2013-2020 untuk kawasan Timur Tengah adalah Petrokimia dan pupuk adalah dua segmen dengan pertumbuhan tercepat, diikuti paint & coating, oil field chemical dan water treatment chemical.
Timur Tengah masih memberikan peluang emas bagi Insinyur Kimia untuk berkiprah disana. Apabila sebagai pekerja atau karyawan maka industri-industri tersebut akan memberikan gaji yang tinggi dan fasilitas mewah dan apabila sebagai pengusaha dan bisa menangkap peluang-peluang tersebuat maka peluang akan keuntungan besar pun akan diperoleh. Beberapa trend kunci untuk teknologi di Timur Tengah yaitu :
1. Buying and Replicating
Dengan adanya akuisisi, perusahaan-perusahaan dapat dengan cepat mendapatkan baik kemampuan teknologi dan produksi.
2. Incentivising Foreign Investor
Insentif-insentif khusus ditawarkan oleh negara-negara pada investor-investor asing dengan teknologi-teknologi terbaru.
3. Joint Venture (JV)
Perusahaan patungan (Joint Venture)besar dengan struktur tertentu yang akan memberikan keuntungan spesifik pada semua pihak.
4. Technology Licensing
Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan untuk lisensi teknologi mutakhir dari pesaing asing.
5. Innovation/Research and Development
Kesuksesan pada sektor hilir membutuhkan pengembangan produk berkelanjutan dan improvement.
Langganan:
Postingan (Atom)

































